JANGAN GAMANG, TELAAH ATAS “HARI INI” Cahayati | Obrolan Santai

oleh -63 views


 

 

JANGAN GAMANG

 

Selain pikiran dan perasaan yang ditambah dengan dorongan  bakat, kata-kata adalah modal utama bagi penulis, apakah itu pemula atau bukan pemula.

 

Dengan memilah kata para penulis mencurahkan isi hati untuk mengungkap dialog pikiran dan perasaannya yang kemudian menjadi karya tulis atau gubahan bagi para penikmatnya.

 

Para penggubah puisi bentuk 4334 dan 437 hampir semua tampak gamang ketika memulai. Ini tidak mengherankan karena 4334 dan 437 merupakan gubahan yang terikat oleh patokan atau aturan.

 

Kegamangan ini tampak pada gubahan-gubahan awal. Baris-baris pada baitnya muncul sebagai kalimat tunggal yang –tidak semuanya- kaku. Padahal pada bentuk 4334 memberi kebebasan sepenuhnya dalam pemakaian kata. Tidak masalah selama baitnya 4334 dan baris-baris yang tercipta tetap terhubung dalam sajak-sajaknya.

 

Cahayati, belum lama ia kenal dengan 4334. Gubahannya sudah banyak. Adakalanya gubahan Cahayati terasa lepas, ada juga yang terasa kaku yang tampak pada baris-baris kalimat tunggal.

 

Penulis mencoba mengembangkan kalimat-kalimat Cahayati menjadi kalimat yang tidak pendek. Ada sisipan pada setiap baris sehingga HARI INI Cahayati tidak tampak kaku.

 

Berikut ini ada 2 HARI INI. Yang pertama murni gubahan Cahayati sedangkan yang kedua penulis ubah. Penulis tidak bermaksud mengecilkan arti karya Cahayati. Hanya ingin memberi arahan agar tidak gamang dalam menggubah bentuk 4334 dan/atau 437.

 

202101100636 Kotabaru Karawang.

 

 

HARI INI Cahayati

 

Mendung kian tebal menghitam

Laksana gelap mencekam

Dalam resah rindu dendam

Detak jantung asa memendam

 

Langit masih berkabut misteri

Serupa impian mati suri

Sunyi sepi sendiri

 

Bersama gejolak membara

Hati berkecamuk remuk jiwa

Penantian panjang tak kunjung tiba

 

Adakah setitik sinar menyambut

Memberi rasa nan bergelayut

Berharap datangnya kasih pujaan

Seindah syair sang pujangga impian

 

Surabaya, 09012021

 

 

HARI INI Cahayati

 

Mendung yang memeluk kalbu kian tebal menghitam

Laksana bayangan gelapnya mencekam

Dalam resah gelisah rindu memupuk dendam

Detak jantung melukis jutaan asa memendam

 

Langit masih hitam masih berkabut misteri

Serupa impian semua hampa mati suri

Sunyi mencekam sepi menggiring terasa sendiri

 

Bersama gejolak hasrat yang selalu membara

Hati berkecamuk haru biru meremuk jiwa

Penantian tak berujung yang ditunggu tak kunjung tiba

 

Adakah setitik sinar yang akan menyambut

Memberi rasa damai pada rindu yang bergelayut

Berharap datangnya kekasih yang menjadi pujaan

Seindah bait-bait syair sang pujangga impian

 

Surabaya, 09012021





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.