JIWA MERANA. GUBAHAN UNIK Anik Wantari | Obrolan Santai

oleh -96 views

JIWA MERANA. GUBAHAN UNIK Anik Wantari

Sungguh tidak disangka gubahan seperti ini masih muncul di tengah hiruk pikuk bahasa puisi kekinian. Puisi 4334 gubahan Anik Wantari ini menghanyutkan perasaan ke masa lalu, beberapa dekade. Masa ketika Tenggelamnya Kapal van der Wijck, Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Di Bawah Lindungan Ka”bah, dan buku-buku sastra sejenis hangat dalam dekapan semua kalangan pembaca pencinta sastra.

Kita tidak bisa menduga apakah Anik Wantari akrab dengan buku-buku sastra itu, atau salahsatunya. Atau bisa jadi ia sering berselancar di dunia maya untuk membaca karya sastra.

Yang manapun itu, dalam JIWA MERANA ini, Anik Wantari telah sangat halus memilih dan memilah kata dan disusunnya menjadi gubahan yang menghanyutkan rasa ketika membacanya.

Mereka –dan pasti tidak banyak lagi- yang mengalami masa remaja pada tahun 1960an pasti akan tertoreh perasaannya. Kata-kata dan susunan kalimat yang ada pada JIWA MERANA sering dipakai untuk ditulis dalam lipatan surat cinta untuk pujaan hatinya.

Semoga Anik Wantari bisa menggubah yang lebih indah lagi.

Demikian tulisan ini dibuat sebagao pengantar JIWA MERANA / Anik Wantari

202009260759 Kotabaru Karawang

JIWA MERANA / Anik Wantari

Duhai dikau yang menjadi pujaan kalbu

Bebas lepaslah engkau dari belengguku

Terbang, terbanglah tinggi ke langit biru

Menembus relung-relung sudut semua penjuru

Wahai dikau sang pujaan kalbu

Bersama diriku, adalah jerat bagimu

Bahagia yang kucipta, bukanlah bahagiamu

Berpalinglah dari diri hina ini

Cukuplah engkau mengerti hai pujaan hati

Jiwa ini penuh warna warni kasih suci

Saat nanti kau tak lagi sanggup kepakkan sayap

Jadikan pundak ini tempatmu hinggap

Saat jiwa dan ragamu berangsur rapuh

Jadikan jiwa dan raga ini sebagai peneduh

202009250007.08.40, Sleman, Yogyakarta

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.