KARENA INGIN TAMPIL BEDA? | Obrolan Santai

oleh -44 views


KARENA INGIN TAMPIL BEDA?

 

aDa RiNDu YaNG KuPeNDaM, aDa HaSRaT YaNG KuBuNGKaM.

KeLaK KeTiKaKau DaN aKu TeLaH BeRaDa DiTiTiK TeMu, aKaN KuLeDaKKaN DaLaM PeLuKaN HaNGaTMu.

 

Minggu, 31/08/2014 – 14:30 — SaNG PeNCiNTa

 

9623 dibaca

 

Tulisan di bawah ini dibuat pada Minggu, 31 Agustus 2014. Sebentar lagi umur tulisan ini 7 tahun. Bukan waktu yang sebentar.

 

Penulis yang menamakan dirinya Sang Pencinta ini selalu menulis dengan bentuk seperti ini.

 

 

Pada teks aslinya tulisan ini disertai dengan gambar dan diberi keterangan :

 

 

Puisi  

BaiT PuiSi  

BaiT PuiSi BeRGaMBaR  

BaiT PuiSi SaNG PeNCiNTa

 

 

Pembacanya? Bukan main. Sampai dengan telaah ini saya buat kalimat puitis ini telah dibaca 9623 kali

 

Ada 4 keterangan yang dihantarkan oleh Sang Pencinta tentang tulisannya. Dia menyebutnya sebagai : Puisi, Bait Puisi, Bait Puisi Bergambar, dan Bait Puisi Sang Pencinta.

 

Saya merasa terganjal dengan 4 hantaran ini. Saya merasa –jelasnya melihat- sama sekali tidak ada puisi di sini.

 

Puisi Lama bukan, Puisi Baru bukan, Puisi Bebas bukan, Tidak ada satupun hal yang bisa dikaitkan dengan puisi, kecuali rangkaian kata-katanya. Mengenai rangkaian kata-katanya bolehlah kita sebut “puitis”. Selain itu tidak ada yang bisa dimasukkan ke dalam kategori puisi.

 

Saya bisa menduga sanggahan Sang Pencinta aras komentar saya. Sanggahan kasarnya bisa saja dia berkata “tulisan gua terserah gua, pokoknya gua sebut ini puisi, terserah dengan pendapat orang lain.” Adapun sanggahan halusnya bisa jadi ia berkata “aku ingin tampil beda jadi aku tampilkan seperti ini, aku bukan tidak mengerti kaidah penulisan, hanya yaaaa begitulah, aku ingin tampil beda”.

 

Saya berpendapat tidak ada larangan bagi siapapun untuk tampil beda. Tapi kalau tampil beda itu dilakukan dengan melanggar kesepakatan maka masalahnya akan jadi lain.

 

Kalau kita analogikan dengan kehidupan sehari-hari bahwa manusia waras harus tampil berpakaian karena berpakaian adalah kesepakatan etika dan estetika maka cara penulisan Sang Pencinta ini bisa disebut tidak atau kurang waras karena melanggar kesepakatan.

 

Cara Sang Pencinta mengekspresikan diri dalam tulisan sangat menyalahi aturan-aturan yang ada di dalam kaidah EYD/PUEB.

 

Semoga penulis pemula tidak ada yang mengikuti jejaknya. Sebagai penulis ada baiknya menjadi contoh bagi semua pembacanya baik dalam cara penulisan dan kandungan makna yang tersirat dan tersurat pada semua karya.

 

Kepada Sang Pencinta saya ucapkan selamat tampil beda.

 

202101101135 Kotabaru Karawang

 





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *