KONSTRUKSI KURIKULUM BAHASA DAN SASTRA INDONESIA (11) –

oleh -15 views


Djoko Saryono

Sebagai bagian kebijakan kurikulum pendidikan dasar dan menengah pada umumnya, sudah barang tentu desain dan konstruksi kurikulum Mata Pelajaran Bahasa (dan Sastra) Indonesia mengikuti desain dan konstruksi kurikulum pada umumnya yang menjadi nomenklatur. Apapun desain dan konstruksi kurikulum yang menjadi nomenklaturnya, dari kebijakan kurikulum ke kebijakan kurikulum lain, desain dan konstruksi kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (baca: pembelajaran, pengajaran, dan pemelajaran bahasa dan sastra Indonesia) sering terperangkap pada perubahan orientasi dan fokus yang amat berbeda. Bahkan tak jarang saling bertumbukan, sehingga pencapaian kurikulum yang satu dengan kurikulum yang lain tidak saling mendukung, melengkapi, menguatkan, dan mengokohkan sehingga pembelajaran dan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia seperti berada di pusaran arus tak berkesudahan.

Memang perubahan Kurikulum 84 ke Kurikulum 94 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia tampak lebih solid dan harmonis, tetapi perubahan Kurikulum 94 ke Kurikulum Berbasis Kompetensi dan lalu ke KTSP serta selanjutnya ke Kurikulum 2013 tampak penuh paradoks dan kontradiksi sehingga pembelajaran dan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia mengalami disorientasi dan dislokasi yang mengakibatkan mubazirnya sekian banyak sumber daya dan pencapaian sebelumnya. Di sinilah tampak kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia terperangkap ambiguitas dari waktu ke waktu sehingga parapihak selalu menggerutu mengenai capaian pembelajaran dan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia. Kisah kurikulum bahasa dan sastra Indonesia bagaikan rangkaian gerbong gerutuan.

Selain itu, dari waktu ke waktu, desain dan konstruksi kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia selalu terperangkap ketidaksanggupan membuat proporsi seimbang dan setara antara bidang bahasa dan sastra Indonesia. Lebih jauh, juga terjebak ketidakmampuan menciptakan kelenturan di antara bidang-bidang keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia. Sampai sekarang bidang sastra Indonesia tetap memperoleh porsi sedikit dan kecil dalam konfigurasi kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Bidang sastra Indonesia bagaikan anak tiri yang diperlakukan kurang manusiawi. Bahkan dalam Kurikulum 2013 bidang sastra dan nuansa sastra “dikucilkan, bahkan dihilangkan”. Buktinya, kalau dahulu dalam Kurikulum 75 sampai dengan KTSP selalu dipakai nama Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dan aforisma puitis bahasa menunjukkan bangsa; sekarang dalam Kurikulum 2013 sudah dibuang dan dipakai nama Mata Pelajaran Bahasa Indonesia saja dan aforisma bahasa Indonesia penghela dan pembawa pengetahuan. Bahkan kalau diperhatikan secara cermat buku ajarnya akan diketahui bahwa Kurikulum 2013 telah melindapkan sastra Indonesia meski di dalam dokumen kurikulum dinyatakan pembelajaran dan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia harus memupuk kegemaran membaca.

Demikian juga, sampai sekarang Mata Pelajaran Bahasa Indonesia kurang sanggup membagi porsi secara seimbang dan saling mendukung di antara empat kemampuan atau keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia; dalam praksis pembelajaran, pengajaran, dan pemelajaran bahasa dan sastra Indonesia kemampuan membaca dan menulis secara terabaikan atau terbengkalai. Meskipun dalam praksis kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, pembelajaran dan pengajaran membaca dan menulis sudah dilaksanakan, tetapi bukanlah membaca dan menulis yang sungguh-sungguh lezat dan bergizi yang capaiannya siswa benar-benar mampu membaca dan menulis yang baik, sebagai akibat berbagai faktor internal dan eksternal. Tidak mengherankan, selalu berlayangan keluhan demi keluhan perihal kebiasaan dan kemampuan membaca dan menulis siswa-siswa Indonesia. Tingkat literasi siswa Indonesia pun selalu didakwa rendah dibandingkan dengan siswa-siswa dari negara-negara lain sekalipun di berbagai tempat dan wilayah Indonesia semarak kegiatan literasi bagaikan karnaval tak kunjung usai.

Bersambung…



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *