MALAM MALAM MEREKA | Obrolan Santai

oleh -95 views


MALAM MALAM MEREKA

 

 

Dimata penyair “malam” adalah objek seserahan, objek pelepasan segala permasalahan yang dideritanya, karena sebetulnya apa yang disembunyikan malam tidak se-seram yang dibayangkan, malam menyimpan kenangan dan keindahan bagi orang yang sedang membutuhkan ketenangan atau kedamaian, malam juga akan menjadi teman terhebat untuk berbagi, malam adalah teman sharing suatu hal. (Khairul Mufid Jr)

 

Bisa jadi, kalau malam tidak ada (ini pengandaian yang lebay) maka puisi yang lahir dari rahim para penyair jumlahnya tidak akan sebanyak ada malam.

 

Suasana malam menyentuh jiwa para penyair untuk menumpahkan segala rasa, suka duka, gundah gulana, riang gembira, suka cita yang berkecamuk menjadi satu mengisi relung kalbu dan celah jiwa serta dinding hati mereka.

 

Puisi mana yang muncul karena olahan rasa ketika malam dapat kita rasakan pada puisi mereka berikut ini.

 

Ada, PADA MALAM/Lilik Puji Astutik. SANG PERINDU/Ifa Arifin Faqih, SANG MALAM/Cahayati, SALAM RINDU/Suyatmi, dan JANGAN SEKEDAR MALAM/Hakimi Sarlan Rasyid

 

Sama malam tapi puisi yang terlahir tampak dalam aneka wajah rasa.

 

Mari kita simak gubahan mereka.

 

202101190728 Kotabaru Karawang.

 

 

 

 

 

PADA MALAM Lilik Puji Astutik

 

Pada malam kutitip keresahan

Di antara rintik gerimis juga desahan

Mengapa hati terus berlarian

Mencari jejak yang tak kelihatan

 

Pada malam begitu banyak pinta

Diantara sepi yang menyapa

Terangkai tangis dalam ribuan doa

 

Tuhan telah kuterima

Semua takdir yang ada

Walau hati kadang memberontak pada dilema

 

Pada malam ingin kuhapus rasa

Rasa yang tak patut untuk dijamah

Hingga membuat hati begitu lelah

Mengejar mimpi yang berlumur dosa

 

 

Krian 18 Januari 2021

 

SANG PERINDU  Ifa Arifin Faqih

 

Selarut ini mata tak bisa terpejam

Lirih sepoi menyapa malam

Bisikkan salam sesyahdu kalam

Titipan Sang Penguasa Alam

 

Angan mulai melayang

Ingin kulaju waktu; segera pagi menjelang

Akan kukabarkan pada semesta tentang

rindu yang kian menjulang

 

Memoriku mulai sesak tentangmu

Seribu tanya menghujam kalbu

Rindu ini nyata atau semua ilusi semu

 

Biarkan inginku menari-nari

Memeluk malam sepi membelenggu hati

Akulah sang perindu yang tak tahu diri

Mencari rindu yang hakiki untuk kekasih hati

 

Probolinggo, 03012021; 01:07

 

 

SANG MALAM Cahayati

 

Diam sunyi sepi

Hening tepian diri

Renung palung hati

Angan melayang tinggi

 

Aku masih di sini

Bersama malam menepi sendiri

Mengharap angankan menjelma berseri

 

Surabaya, 181318012021

 

SALAM RINDU Suyatmi

 

Ingin menitip salam

Lewat angin malam

Agar semilirnya berbisik

Rindu telah menggelitik

 

Tersalur goda rayu menyelinap

Mengantar mimpi dalam lelap

Selimut rindu telah mendekap

 

Yogya, 15012021 12.04 234

 

JANGAN SEKEDAR MALAM 

 

Malam janganlah hanya menjadi sekedar malam

Ini malam kita melukis rindu menusuk sepi

Ini malam kita mengayuh sampan sebelum karam

Besok lusa aku tak di sini lagi

 

Malam janganlah hanya menjadi sekedar malam

Malam ini kita hiasi dengan pelukan dan dekapan

Api cintanya biar terbakar seperti sekam

Besok lusa akan tiba saat perpisahan

 

Bulan di langit masih kuning emas

Aku tak lagi cemas

Nuriku dari kandang lepas

 

Malam sudah lewat setengah berlalu

Dinginnya menyelimuti aku

Menyandar di dinding merajut semua rindu

 

201604260101 Kotabaru Karawang





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.