MENGINTIP Ismail Muhaemin | Obrolan Santai

oleh -43 views


MENGINTIP Ismail Muhaemin

 

 

KOSONG

IM

 

Segala rasa

Jiwalah yang merasa

Apa yang dirasa

Jika rasa sudah tidak terasa

 

Segala rasa, seperti derita dan bahagia

Sejatinya tak ada

Hanyalah kekosongan saja

 

Bahkan kekosongan yang ada

Sejatinya pun tak ada

Yang ada hanyalah Yang Maha Ada

 

Bermacam-macam warna dalam kehidupan kita

Tidak akan berbeda pada akhirnya

Hanya menjadi segundukan tanah saja

Yang terkadang hanya setahun sekali dijenguk oleh keluarga

 

———17062018/19:59 wita di Kotaraja, Kutai Kartanegara

 

Untuk puisi seperti yang ditulis oleh IM kali ini adalah tidak mudah untuk mengomentarinya. Melihat dari apa yang ditulisnya ada 2 kemungkinan yang bisa dibicarakan.

 

Pertama IM mendalami aliran tarekat tertentu dan dengan pemahamannya tentang aliran itu dia tenggelam dalam “syuhudil qasrah fi l wahdah syuhudil wahdah fi l qasrah”. Artinya “menyaksikan satu pada yang banyak dan menyaksikan yang banyak dalam/pada yang satu”.

Melihat telur ketika ayam, melihat ayam ketika meliha ttelur. Barangkali gambarannya seperti itu.

 

Melihat gandum, air, dan gula pada roti dan sebaliknya ketika melihat roti ada kesadaran bahwa roti itu paling tidak ada gandumnya, ada air, dan ada gula. Itu jika bukan soti tawar.

 

Jika ia paham benar akan ajaran tarekatnya maka IM adalah sosok pribadi yang tidak mau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kebaikan yang bersifat universal.

Jika salah memahaminya maka ia akan menjadi sosok pribadi yang suka dengan segala yang berbau kejelekan yang bersifat universal karena IM beranggapan bahwa semuanya itu adalah ada begitu saja.

 

Kedua, mungkin IM seorang yang suka membaca ragam buku tentang “pengetahuan dalam”. Dalam kebimbangan ia meraba-raba, apakah yang ditekuninya itu sesuatu yang bisa menyelamatkannya atau malah menjerumuskannya.

 

Kosong yang dijadikannya sebagai judul biasanya diikuti oleh kata “isi” lalu dibuat kebalikannya sehingga menjadi KOSONG ISI ISI KOSONG.

Tentang KOSONG ISI ISI KOSONG ini sangat banyak tulisan yang bisa kita baca di internet. Mudah sekali membacanya, mudah sekali mencarinya, mudah sekali mengucapkannya tapi sangat sulit untuk menyelaminya.

 

Ada yang puluhan tahun membaca tapi tetap tidak mengerti namun ada juga yang dengan kata “hu” saja sudah terbuka semesta.

 

Ada yang menggali bertahun-tahun tapi tidak mendapatkan permata namun ada yang tiba-tiba sadar permata sudah ia bawa sejak lahir.

 

Mas Doni dalam sebuah komentar pendeknya mengomentari puisi IM sangat jelas menerangkan apakah kosong





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *