PEMBELAJARAN SASTRA (3) –

oleh -125 views


Djoko Saryono

Dalam rekonstruksi kurikulum sekaligus sistem pembelajaran sastra Indonesia tersebut, pertama-tama keberadaan dan tempat mata pelajaran sekaligus pembelajaran sastra Indonesia harus jelas dan mantap dalam struktur kurikulum dan organisasi mata pelajaran. Yang dimaksud jelas dan mantap keberadaan dan tempat di sini tidak berarti harus “dimunculkan atau diadakan” mata pelajaran dan pembelajaran sastra Indonesia secara tersendiri dan mandiri, karena jumlah mata pelajaran di lembaga pendidikan formal Indonesia sudah banyak dan alokasi waktu kurikuler pun sangat banyak dibandingkan dengan negara lain.

Itu sebabnya, sesungguhnya pembelajaran sastra Indonesia “tidak salah atau tidak ada masalah” menjadi mata pelajaran dan pembelajaran sastra Indonesia secara mandiri/tersendiri; berada dan ditempatkan di dalam mata pelajaran dan pembelajaran bahasa Indonesia; bahkan berada dan ditempatkan dalam mata pelajaran dan pembelajaran kesenian juga “tidak salah” karena – sebagaimana dikemukakan di muka – sastra Indonesia juga mengandung makna bahasa dan seni Indonesia. Yang harus diperjelas dan dimantapkan di sini adalah proporsi dan formulasi standar isi kurikulum, dalam hal ini kompetensi standar/dasar (dahulu: pokok bahasan) dan karakter dambaan, yang bersangkutan dengan sastra Indonesia dan pembelajaran sastra Indonesia dalam struktur kurikulum dan organisasi mata pelajaran. Proporsi dan formulasi standar isi [kompetensi dan karakter dambaan] sastra Indonesia harus memadai dan lengkap, agar dapat dicapai visi dan misi-utama pembelajaran sastra Indonesia; yang kemudian dijabarkan ke dalam rancangan pembelajaran [instruc- tional design] sastra Indonesia yang bertumpuan literasi, tradisi baca-tulis dan berpikir kritis-kreatif.

Sesudah keberadaan dan tempat pembelajaran sastra Indonesia berlandasan literasi, tradisi baca-tulis, dan berpikir kritis-kreatif tersebut jelas dan mantap, berikutnya perlu diadakan dan dipilih bahan pembelajaran sastra Indonesia yang cocok, tepat, dan lengkap. Pengadaan dan pemilihan bahan pembelajaran ini sangat penting, karena bahan pembelajaran dapat menjadi perangsang, pemberi ilham, penggerak-pengubah, bahkan ruang imajinatif bagi diri subjek didik untuk membangun, mengembangkan, dan atau memperoleh imajinasi, inspirasi, dan transformasi diri. Oleh karena itu, pengadaan dan pemilihan bahan pembelajaran sastra Indonesia ini perlu mempertimbangkan empat hal sebagai berikut. Apa sajakah?

Bersambung…





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.