Puisi-Puisi Dody Kristianto di Jurnal Sajak Edisi 3

oleh -111 views


 

 

 

Penantian

 

sungguh Puan, lampau sudah ia tunggu kampung terjauh

kampung yang hanya tampakkan sepenggalan malam

dan kerumun lampu jejalan yang makin padam.

Melebihi sabar Puan, ia nantikan sepasang malaikat

mengganyang ia punya pandang, punya penantian

pada kekasih yang terus lenggang di kering dadanya

yang hibuk dirambani kerontang

Pulang

 

Lalu di mana tualang

akan berakhir tuan?

Di ranjang puan, di peraduan

ketika tubuh renta perlahan

dan sepasukan serupa kelam

pelan menikam, menghujam



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.