Puisi-Puisi Dody Kristianto di Kompas, 25 Maret 2012

oleh -88 views


 

Perihal Kalah Bertarung

Bagaimana bila jurus dan siasatmu yang paling ampuh tak mampu menggoyahkan ia? Memindah ia dari berdirinya.

Atau jika belukar dan bebatang tinggi menolak menjagamu, menyamarkanmu dari tatapannya yang berjaga.

Tentu kamu lebih menunggu geludug di langit  bertandang dan menyambarnya yang masih memainkan jurus yang tak mampu kamu elakkan.

Kamu
yang telah memainkan segala senjata, yang menunjukkan itikad menyentuh
bagian jantungnya. Semua muslihatmu telah ia kira, telah ia hitung
sampai pada tusukan pedangmu yang terhalus.

Tentu ia lebih banyak mendaras kitab dibanding kamu yang hanya sampai mengejanya.

Maka,
biar jurusnya menghampirimu. Pasrah saja. Namun, amati segala tingkah
yang disimpan tinju itu. Kamu tentu tak menduga bila tinjunya melepas
bayangan yang ingin meninggalkan jejak memar pada dadamu.

Atau bila tiba-tiba telapak itu berubah pedang, menyentuh dan meninggalkan sayatan atau irisan pada kulitmu.

Semua
tingkah lakunya tentu kamu simpan dalam kenangan. Kelak, kamu berharap
akan berjumpa lagi dengannya. Mengembalikan segala memar dan luka yang
ia tinggalkan.

Tentu
saja kamu harus mengucap doa agar jurus termahirnya tidak menyentuh
tubuh dalammu dan membalikmu menuju tanah yang tak pernah kamu rasa.

Bila demikian, kamu tentu mengucap selamat tinggal bukan?

(2012)

Melatih Pukulan Kidal

bukan adab sopan itu

yang kamu cemaskan benar bukan

tapi bagaimana yang tak imbang ini

kini sejalan

selaras dalam gerak, menyatu dalam sajak

hingga yang terlihat ialah sepasang hantam

paling rancak

kuatkanlah, sebagaimana kamu mengenali

tangan kananmu yang sanggup memecah batu

pertama

bila mampu keraskan ia

hingga sebuah martil

tak sanggup menggoyang keteguhannya

kedua

ia sungguh perlu lemas

ia perlu mengambang namun mematikan

ia perlu mengenal bagaimana ular yang tenang 

sanggup melemahkan seekor macan

ia perlu belajar ihwal keluwesan

pada dedaun yang sudah hilang hijaunya

dan tinggal menunggu waktu pulang ke tanah

(2012)



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.