Puisi-Puisi Tengsoe Tjahjono –

oleh -100 views


PESISIR SAMAS YOGYA

Gusti itu ternyata tenang
agung dan dalam
kasih dan lembah manah

1977

PANTAI

tak pelak lagi ganggang dan lumut menghibur
curam pantai
biar tak sendiri
melepas duka sama-sama
disembur asin air laut

sepasang camar menukik samar
meletakkan harapan di ujung batu perutnya
pantai itu serpih-serpih hidupnya
pernah kering – pernah basah

mentari di kaki
mentari di ubun kepala

nelayan-nelayan berburu impian
sampan kecil, buritan membawanya nebarkan jala
esok rebahkan diri atas pasir pantai
di redup matanya: pelangi penuh cahaya!

1980

OMEGA

daun terakhir tlah lepas
daunmu
melayang-layang hinggap
di bayangmu, tak bisa
bercermin ia
segara itu terlalu berkabut
dasarnya onggokan kemelut!

1983

SAJAK MARIA

Ibuku menyapaku lewat gigil embun
di tengah padang penggembalaan
gubug-gubug liar
aku yang ngiris Matahari

Ibu, kaukah itu?

Desember 1987

GUGUR

Sedaun telah gugur
almanak hutan mencatatnya
: kabur

Gerimis di tikungan
kerdip neon tak bisa
menerjemahkan detak jantung.

1987

CATATAN TELAH

baru kemarin sebaris kalimat
ditancapkan pada perut kota
seliar rimba

bunyinya tak serupa telegram
yang dibaca ibu tua siang ini
di pinggir kali
di tingkah padi-padi

Bumi Karah April 1988

***
TENGSOE TJAHJONO, lahir di Jember 3 Oktober 1958. Penyair yang mempunyai hobi membaca ini merupakan staf pengajar di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FPB Unesa Surabaya. Di samping itu ia juga mengajar di Universitas Widya Mandala Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, dan STKIP PGRI Sumenep. Puisi, cerpen, novel, bahkan naskah drama telah ditulisnya, di samping beberapa buku di bidang sastra. Artikel-artikelnya dimuat di pelbagai media seperti Jawa Pos, Surabaya Pos, Surya, Republika, Kompas, Horison, dan sebagainya.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.