Djoko Saryono Dari uraian sebelumnya tampaklah jalin-kelindan, malah perpaduan dan persenyawaan antara literasi, tradisi baca-tulis, dan pembelajaran sastra Indonesia. Sebagai salah satu

Djoko Saryono Apakah “permainan atau pertunjukan orkestra” pembelajaran sastra Indonesia berparadigma literasi dan tradisi baca-tulis berhasil dengan baik – dalam arti mencapai

Djoko Saryono Sesudah keberadaan dan tempat pembelajaran sastra Indonesia berparadigma literasi, tradisi baca-tulis, dan berpikir kritis-kreatif tersebut jelas dan mantap, berikutnya perlu

Djoko Saryono Dalam rekonstruksi kurikulum sekaligus sistem pembelajaran sastra Indonesia tersebut, pertama-tama keberadaan dan tempat mata pelajaran sekaligus pembelajaran sastra Indonesia harus

Djoko Saryono Yang dimaksud pembelajaran sastra Indonesia berlandasan literasi, tradisi baca-tulis, dan kemampuan berpikir kritis-kreatif di sini adalah pembelajaran sastra Indonesia yang

Djoko Saryono Kita tahu, sekarang kedudukan dan peran literasi, kecakapan baca-tulis, dan kemampuan berpikir kritis-kreatif sangat strategis, malah fundamental dalam bingkai kebudayaan