TERASA ADA YANG HILANG | Obrolan Santai

oleh -74 views


 

 

 

TERASA ADA YANG HILANG

 

Saya tidak begitu paham tentang kaidah-kaidah penulisan seperti yang ditetapkan dalam EYD. Dari dan dengan  ketidaktahuan itu saya menulis beberapa cerpen, satu novel, dan puisi.

 

Saya menulis dengan membiarkan segalanya mengalir. Tentu saja tidak selalu lancar. Adakalanya –bahkan sering- tersendat karena kesulitan menata kata agar sajak-sajakpada setiap baitnya mengena.

 

Hal yang paling saya hindari adalah “menghilangkan” sesuatu yang seharusnya ada.

 

Ketika hal ini saya terapkan pada karya orang lain, ketika membacanya saya merasa ada sesuatu yang hilang.

 

Begitulah perasaan saya ketika pagi ini saya membaca SEJAWAT gubahan Tp M Siddiq.

 

Sungguh tidak disangka bahwa Tp M Siddiq sudah menjadi anggota grup #4334_#437 sejak Oktober. Namanya lepas dari perhatian saya karena meskipun Tp M Siddiq mengunggah karyanya di grup karyanya tidak menepati patokan menggubah puisi dalam bentuk 4334 dan/atau 437. Beberapa puisinya malah saya hapus.

 

Bisa jadi sudah ada gubahannya bentuk 4334_437 lain selain SEJAWAT tapi yang saya lihat dan baca baru SEJAWAT inilah.

 

Ketika membaca SEJAWAT saya merasa ada sesuatu yang hilang seperti yang telah saya sebut di atas. Apalah yang hilangnya?

 

Saya tidak akan menyebutnya tapi saya mencoba mengedit SEJAWAT menurut pikiran dan perasaan saya.

 

Saya tidak mengatakan bahwa SEJAWAT salah. Sama sekali tidak. Setiap orang berhak untuk menentukan sendiri apa yang akan ditulisnya. Apalagi SEJAWAT sudah memenuhi patokan.

 

Berikut ini ada 2 SEJAWAT. 

 

Selamat membaca.

 

202101220708 Kotabaru Karawang

 

 

 

SEJAWAT  Tp M Siddiq

 

Sudah sejak semula ku telah bungkam melupa carà

Bincangkan kecamuk kesal apabila rasuki dada

Tak juga kepada siapa yang senantiasa ada

Di kala liur mendidih, tersulut ingin mencerca

 

Dalam pekat malam dibingkai suasana sunyi

Hening jadikan nurani mengeja akan arti sejati

Sejumlah peristiwa pelik pemantik sakit hati

 

Boleh jadi sejumlah pertikaian bermula

Hanya satu ujian, untuk menjadi arif menafsirkannya

Tak sepantasnya ku taruh prasangka, jikalau bersengketa

 

Seyogyanya kutelaah ke dalam diri pribadi

Sudah benarkah mengasuh perangai sendiri

Bukan malah sengaja, salah orang dicari-cari

Mencari sejawat bergunjing ke sana kemari

 

Tembesi, 21 Januari 2021

 

 

SEJAWAT  Tp M Siddiq

 

Sejak semula aku telah membungkam melupalan carà

Membincangkan kecamuk kesal apabila merasuki dada

Tidak juga kepada siapa yang senantiasa ada

Kala liur mendidih, tersulut ingin mencerca

 

Dalam pekat malam dibingkai suasana sunyi

Hening jadikan nurani mengeja akan arti sejati

Sejumlah peristiwa pelik pemantik sakit hati

 

Boleh jadi sejumlah pertikaian bermula

Hanya satu ujian, untuk menjadi arif menafsirkannya

Tak sepantasnya aku menaruh prasangka, jikalau bersengketa

 

Seyogyanya kutelaah ke dalam diri pribadi

Sudah benarkah mengasuh perangai sendiri

Bukan malah sengaja, salah orang dicari-cari

Mencari sejawat bergunjing ke sana kemari

 

Tembesi, 21 Januari 2021





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.